Pengertian dan Sistem PLTB

Pembangkit listrik tenaga angin atau PLTB merupakan salah satu jenis pembangkit listrik terbarukan ramah lingkungan yang memiliki efisiensi kerja yang cukup baik dibandingkan pembangkit listrik energi terbarukan yang lain. Cara kerja pembangkit ini adalah memanfaatkan energi gerak dari angin yang berada di area efektif turbin. Angin tersebut memutar kincir angin atau turbin kemudian energi tersebut diteruskan ke generator untuk menghasilkan energi listrik.

Jumlah pembangkit listrik tenaga angin di dunia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Saat ini, teknologi pembangkit listrik tenaga angin mampu mengubah energi kinetic angin menjadi listrik dengan rata-rata efisiensi 40%. Adanya efisiensi ini karena pasti ada energi kinetic yang tersisa dari angin. Alasannya, angin dari turbin tidak mungkin memiliki kecepatan nol

Energi Kinetik Angin

Energi angin dapat meningkat hingga 8 kali lipat jika kecepatan angin mengalami peningkatan 2 kali lipat. Jika kecepatan angin masuk ke area efektif turbin mempunyai perbedaan 10%, energi kinetic angin dapat meningkat hingga 30%. Selain itu, kecepatan angin juga dipengaruhi oleh ketinggian permukaan tanah. Makin dekat dengan permukaan tanah, maka kecepatan angin semakin rendah karena gaya gesek antara angin dan permukaan tanah. Oleh sebab itu, biasanya PLTB dibangun dengan tower yang tinggi

Jenis Angin

Angin muncul karena sirkulasi di atmosfer yang dipengaruhi aktivitas matahari saat menyinari bumi yang berputar. Jadi daerah khatulistiwa dapat menerima energi radiasi matahari yang lebih banyak dibandingkan daerah di kutub. Perbedaan tekanan udara dan berat jenis udara itulah yang menyebabkan pergerakan udara atau yang disebut dengan angin. Menurut prinsip dan terjadinya, angin dibagi menjadi beberapa jenis yaitu angin darat, angin laut, angin lembah, angin musim, angin permukaan, dan angin topan

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Dalam sistem PLTB, ada beberapa unsur yang mutlak diperlukan yaitu kincir angin, gearbox, brake system, generator, penyimpanan energi, dan tower. Kincir angin secara umum terdiri dari 2 jenis yakni kincir yang berputar dengan sumbu horizontal dan kincir dengan sumbu vertikal. Setiap kincir angin menawarkan fungsi dan kemampuan untuk mengubah energi gerak angin menjadi energi putar untuk tiap kondisi kecepatan angin. Untuk pembangkit dengan kecepatan rendah cocok menggunakan kincir angin savonius atau multi blade. Sementara itu, kincir jenis propeller dapat digunakan untuk lingkup kecepatan angin lebih luas

Untuk jenis generator, ada beberapa jenis yang dapat digunakan untuk sistem turbin angin di antaranya adalah generator serempak, generator tak serempak, rotor sangkar, generator magnet permanen, dan rotor belitan. Generator serempak akan memudahkan Anda untuk mengatur frekuensi dan tegangan yang keluar dari generator dengan mengatur arus medan generator. Namun generator serempak cukup jarang digunakan karena biayanya mahal dan memerlukan arus penguat dan sistem kontrolnya relatif rumit.

Indonesia kini telah memiliki kebun angin pertamanya yang telah beroperasi dan menghasilkan listrik di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Kebun angin sebagai bagian dari program kelistrikan pemerintah Indonesia ini telah diresmikan oleh Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo dan turut hadir Brian Caffyn sebagai Presiden Direktur pengembang PLTB Sidrap yaitu UPC Bayu Sidrap.